Oleh: Refa | 31 Mei 2008

Forum Umat Islam Ajak Mogok Massal


Beberapa jam sebelum pemerintah secara resmi mengumumkan kenaikan harga BBM, Forum Umat Islam (FUI) mengeluarkan lima tuntutan umat atau disingkat LUMAT melalui konferensi pers yang digelar di markas Front Pembela Islam (FPI), Jl. Petamburan Jakarta, (23/5). Tuntutan tersebut berisi (1) desakan kepada pemerintah agar membatalkan rencana kenaikan harga BBM, (2) menurunkan harga sembako, (3) nasionalisasi aset-aset negara yang dikuasai asing, (4) membubarkan Ahmadiyah dan menyatakan ahmadiyah sebagai organisasi terlarang di Indonesia, dan yang ke-5 adalah tuntutan kepada pemerintah untuk mengusir NAMRU-2 dan tentara-tentara AS yg bekerja di dalamnya dari Indonesia serta membersihkan kabinet dari antek AS.

Lebih lanjut dinyatakan jika pemerintah tidak mengindahkan lima tuntutan tersebut, maka FUI akan menyerukan kepada masyarakat agar melakukan pembangkangan sipil kepada pemerintah dengan cara melakukan mogok massal nasional.

“Karena pemerintah SBY-JK selama ini telah terbukti berkali-kali berbohong”, ungkap Habib Rizieq Syihab yang didaulat sebagai jurubicara FUI dalam konferensi pers tersebut. Menurutnya, setidaknya ada tiga kebohongan pemerintahan SBY-JK. Soal kenaikan harga BBM, SBY-JK telah berbohong dengan menyatakan bahwa pencabutan subsidi BBM harus dilakukan karena menurut pemerintah subsidi BBM sebesar Rp. 120,8 triliyun, 40%nya dinikmati oleh orang kaya.

“Pemerintahan SBY-JK juga telah berbohong pada tokoh dan ulama serta umat Islam di Indonesia. Dalam pernyataannya pada saat membuka Rakernas MUI tahun lalu di depan para pengurus MUI, Presiden telah berjanji bahwa Pemerintah akan mengikuti nasehat dan pendapat para ulama dalam hal-hal yang berkaitan dengan kebijakan soal agama. Pada kenyataannya hingga saat ini Presiden tidak terlihat tanda-tandanya akan mengeluarkan KEPPRES tentang PEMBUBARAN AHMADIYAH meskipun MUI-FUI dan ormas-ormas Islam telah meminta dengan tegas agar Ahmadiyah dibubarkan” papar Ketua Umum DPP FPI tersebut.

Demikian halnya soal laboratorium NAMRU-2 milik Angkatan Laut AS, pemerintah telah menyatakan bahwa salah salah satu jubir presiden, Dino Pati Jalal ukanlah agen asing. Padahal faktanya, Dino lah yang telah menekan para pejabat pemerintah untuk tidak mengganggu keberadaan NAMRU-2 di Indonesia.

Hadir dalam konferensi pers tersebut antara lain H. Mashadi (Ketua FUI), M. Al Khaththath (Sekjen FUI), Ahmad Sumargono (Ketua Umum GPMI), KH. A. Cholil Ridwan (Ketua BKSPPI), Munarman, SH (Ketua Tim Advokasi FUI), Dr. Hendri Saparini (Ketua Tim Ekonomi FUI), M. Ismail Yusanto (Jubir HTI), KH. Mudzakir (FPIS Solo), Achmad Michdan, SH (TPM) dan tokoh-tokoh ormas lainnya. [refa]


Bagaimana tanggapan anda ?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: