Oleh: Refa | 8 Juni 2008

Membongkar Jaringan AKKBB (bag. 2)


Bulan Mei lalu, ada dua isu panas di tengah masyarakat kita. Pertama soal
rencana pemerintah menaikkan harga BBM. Yang kedua, soal kelompok sesat
Ahmadiyah yang hendak dibubarkan namun mendapat dukungan dari koalisi liberal
dan kelompok non-Muslim.
Di saat itulah, Abdurrahman Wahid terbang ke Amerika Serikat memenuhi undangan
Shimon Wiesenthal Center (SWC) untuk menerima Medal of Valor, Medali Keberanian.
Selain untuk menerima medali tersebut, Durahman juga menyatakan ikut merayakan
hari kemerdekaan Israel, sebuah hari di mana bangsa Palestina dibantai
besar-besaran dan diusir dari tanah airnya.
Medali ini dianugerahkan kepada mantan presiden RI ini dikarenakan Durahman
dianggap sebagai sahabat paling setia dan paling berani terang-terangan menjadi
pelindung kaum Zionis-Yahudi dunia di sebuah negeri mayoritas Muslim terbesar
seperti Indonesia.
Acara penganugerahan medali tersebut dilakukan dalam sebuah acara makan malam
istimewa yang dihadiri banyak tokoh Zionis Amerika dan Israel, termasuk aktor
pro-Zionis Will Smith (The Bad Boys Movie), di Beverly Wilshire Hotel, 9500
Wilshire Blvd., Beverly Hills, Selasa (6 Mei), dimulai pukul 19.00 waktu Los
Angeles.
Lazimnya acara penganugerahan penghargaan, maka dalam acara ini pun selain
medali, ada juga sejumlah dollar yang dihadiahkan Shimon Wiesenthal Center
kepada sang penerima. Hanya saja, berapa besar jumlah hadiah berupa uang ini
tidak disebutkan dalam situs resmi Wiesenthal Center tersebut
(www.wiesenthal.com).
Dalam acara dinner yang dihadiri tokoh-tokoh Zionis Amerika dan Israel, di
antaranya C. Holland Taylor (CEO LibForAll), Rabbi Marvin Hier (Pendiri SWC,
dinobatkan oleh Newsweek Magazines sebagai Rabbi paling berpengaruh nomor satu
di AS tahun 2007-2008), Rabbi Abraham Cooper (menempati urutan ke-25 Rabbi
paling berpengaruh di AS tahun 2008), CEO Sony Corporation, dan lainnya, antara
penerima penghargaan dengan tuan rumah ”para Zionis Amerika dan Israel
tersebut” berlangsung obrolan santai namun serius.
Selain isu Ahmadiyah, topik kontroversi kenaikan harga BBM yang tengah hangat di
dalam negeri (Indonesia) diduga kuat menjadi salah satu bahan pembicaraan mereka
mengingat kebijakan pemerintahan SBY tersebut sesungguhnya mengikuti Grandesign
Washington agar harga minyak di Indonesia bisa sama dengan harga minyak di New
York, sesuai Letter of Intent (LOI) dengan IMF pada tahun 1999. DI tahun 2000,
USAID pun telah mengucurkan dollar dalam jumlah besar kepada pemerintah RI untuk
memuluskan liberalisasi sektor Migas (silakan baca wawancara eramuslim dengan
Revrisond Baswir dalam rubrik bincang-bincang).
Target IMF untuk menyamakan harga BBM di New York dengan di Indonesia sebenarnya
sudah harus tercapai pada tahun 2005, namun tersendat-sendat karena penolakan
dari rakyat Indonesia sangat kuat. Sebab itu, di tahun 2008 ini Amerika agaknya
tidak mau hal tersebut tersendat lagi. ‘Penyesuaian’ harga BBM harus terus
jalan. Zionis-Amerika sangat berkepentingan dengan hal ini, sebab itu mereka
mendesak pemerintahan SBY yang memang sangat takut dan tunduk tanpa reserve pada
AS agar segera menaikkan harga BBM. Bagaimana takutnya SBY terhadap AS bisa kita
lihat sendiri saat Presiden Bush datang ke Bogor, 20 November 2006, di mana
persiapan yang dilakukan pemerintah ini sangat keterlaluan berlebihan dan
cenderung paranoid.
Pada tanggal 24 Mei 2008, pemerintah menaikkan harga BBM. Abdurrahman Wahid
sudah tiba di tanah air. Untuk menekan penolakan, pemerintah SBY (lagi-lagi)
memberi “permen”  kepada sebagian rakyat miskin bernama Bantuan Langsung
Tunai (BLT). Namun Social bumper ini malah menjadi bulan-bulanan kecaman ke
pemerintah. Gelombang unjuk rasa dilakukan mahasiswa dan elemen-elemen rakyat.
Tokoh-tokoh nasional seperti Amien Rais dan Wiranto pun sudah terbuka menyatakan
‘perang’ terhadap sikap pemerintah menaikkan harga BBM. Banyak kalangan
berfikir, demo-demo ini akan meningkat eskalasinya hingga jadi besar, bahkan
bukan mustahil rusuh Mei 1998 terulang kembali. Teriakkan “Turunkan SBY-JK!”
sudah terdengar di mana-mana. Pihak kepolisian menerapkan status Siaga Satu saat
itu.
Sejak itu tiada hari tanpa demo. Istana merupakan tempat paling favorit para
pendemo. Hari ahad, 1 Juni 2008, sejumlah elemen masyarakat termasuk massa dan
anggota PDIP dan elemen umat Islam seperti FUI, HTI, dan FPI, sudah mengantungi
izin untuk melakukan aksi unjuk rasa di Monas, Jakarta. Sedangkan AKKBB menurut
laporan ke pihak kepolisian hanya melakukan aksi unjuk rasa di Bundaran HI,
sekitar tiga kilometer dari kawasan Silang Monas.
Jalur Demo dan Polisi Yang Aneh
Dari Bundaran HI, tiba-tiba massa AKKBB bergerak long-march ke kawasan silang
Monas yang sudah dipenuhi massa umat Islam yang tengah berdemo. Padahal
pemberitahuannya hanya ke Bundaran HI. Aparat kepolisian berusaha mencegah massa
AKKBB yang sebagiannya merupakan pendemo bayaran yang sesungguhnya tidak tahu
apa-apa menuju silang Monas di mana massa elemen umat Islam tengah melakukan
demo, agar tidak terjadi bentrok.
Namun massa AKKBB membandel dan polisi (anehnya) tidak mampu menghalangi massa
AKKBB mendekati massa umat Islam. Setelah berdekatan, orator dari massa AKKBB
memprovokasi massa umat Islam yang banyak terdiri dari para laskar meneriakkan,
“Laskar setan!” dan sebagainya. Terang, mendapat provokasi seperti ini
anak-anak muda dari massa Islam marah. Apalagi di antara massa AKKBB yang berada
di dekat massa Islam ada yang membawa-bawa spanduk besar berisi penolakan SKB
Ahmadiyah. Ini jelas provokasi. Anak-anak Laskar Islam pun menyerbu massa AKKBB.
Dan terjadilah rusuh Monas.
Dalam tulisan ketiga, akan dipaparkan keanehan lainnya ba’da peristiwa Monas
yaitu sikap SBY yang tiba-tiba cepat tanggap (biasanya peragu dan lamban),
respon Kedubes AS dan pejabat Kedubes AS yang menjenguk korban, plintiran media
massa baik itu cetak maupun teve, dan sebagainya.
Apa pun itu, semua ini telah berhasil membelokkan isu utama negeri ini dari yang
tadinya menyoroti kenaikan BBM dan penolakan Ahmadiyah, menjadi isu sentral
pembubaran FPI. Baik SBY maupun para liberalis dan non-Muslim yang tergabung
dalam AKKBB (termasuk kelompok sesat Ahamdiyah) diuntungkan. (bersambung)


Responses

  1. Wah bagus nih infonya, ditunggu lanjutannya nih.
    BTW Pondok 24 itu ada di mana?

    Suka


Bagaimana tanggapan anda ?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: