Oleh: Refa | 12 Oktober 2008

Avatar Of Aang Itu Dajjal ?


Film kartun Avatar: Legend of the Aang (di AS namanya Avatar: The Last Air Bender) merupakan salah satu film kartun yang paling banyak peminatnya, bukan saja di Indonesia namun juga di negara-negara lain. Dari anak-anak sampai bapak-bapak.

Serial film kartun Avatar banyak mengadopsi seni budaya, adat istiadat, dan mitologi dari benua Asia dalam penciptaan fiksinya. Avatar juga mencampur filosofi, bahasa, agama, seni bela diri, pakaian, dan budaya dari negara-negara Asia seperti Cina, Jepang, Mongolia, Korea, India, dan Tibet. Hal ini bisa dimungkinkan sebab kru dari film seri Avatar sendiri mempekerjakan konsultan budaya, Edwin Zane, untuk memeriksa naskah cerita.

Secara etimologi, istilah Avatar berasal dari bahasa Sansekerta (Avatāra) yang secara harfiah berarti “turun”, atau dalam pengertian luas berarti “Datangnya Ratu Adil”, seperti halnya Maranatha dalam paham Katolik. Dalam mitologi Hindu, para dewa memanifestasikan dirinya sebagai manusia super dengan turun menjelma ke dunia untuk mengembalikan keseimbangan di muka bumi, setelah mengalami zaman kejahatan yang teramat sangat. Penjelmaan dewa inilah, sang penyelamat terakhir, yang disebut sebagai Sang Avatar.

Belakangan, ada yang menyatakan serial Avatar memuat misi tersembunyi untuk kepentingan Sang Dajjal. Sangat mungkin, penilaian ini berangkat dari pengakuan Sai Baba, manusia nyentrik dari Khurasan yang dianggap sebagian orang sebagai penjelmaan Dajjal di abad ke-21, yang memang mengaku sebagai Avatar (Sang Penyelamat). Benar tidaknya Sai Baba seorang Dajjal, wallahu’alam bishawab.

Ada pun mengenai misi tersembunyi dari serial kartun Avatar, hal ini bisa benar dan bisa pula tidak. Namun mengingat Avatar termasuk dalam film kartun jaringan Holywood (Nickelodeon), agaknya memang perlu dikritisi lebih lanjut. Sebab, film-film produksi Hollywood memang tidak pernah bebas nilai, selalu saja mengandung isme-isme yang aneh.

Wes Penre, salah satu tokoh artis AS yang ‘membangunkan’ kelompok musik cadas di AS di era 1980-an, menyatakan jika serial-serial besutan Walt Disney yang di luaran sepertinya aman-aman saja dipirsa sebenarnya mengandung pengajaran kepada anak-anak kecil tentang dunia magis dan ilmu hitam yang membahayakan keimanan. Wes Penre sudah bertobat dan kini giat melakukan pencerahan kepada khalayak AS dan dunia tentang bahayanya produk-produk Hollywood.

Tentang bahaya atau tidaknya serial Avatar memang perlu penelusuran yang lebih serius. Namun yang pasti, sinetron-sinetron made in Indonesia yang konyol, jauh dari realitas kehidupan rakyat kita, mengajarkan banyak kekerasan, membiasakan pola hidup pacaran (bahkan bulan Ramadhan kemarin ada sinetron yang perempuannya pakai cadar tapi tetap saja pacaran! Naudzubillah!), dan memperlihatkan kekayaan yang luar biasa, ini jauh lebih berbahaya dipandang dari segi akidah. Seolah-olah kesuksesan hidup di dunia ini semata-mata diukur dari banyak sedikitnya kita berhasil mengumpulkan harta kekayaan, tidak perlu bertanya dari mana asalnya, tidak perduli jika hal itu memiskinkan orang lain.

Acara-acara di teve selain sinetron juga konyol, merusak akidah, dan melecehkan intelektual. Hal ini bisa dilihat dari acara-acara seperti Extravaganza, dangut mania, idol-idol, paranoia, dan sebagainya. Bisa jadi, karena muatan acara di teve sekarang mayoritas diisi dengan acara yang merusak dan sama sekali tidak bermanfaat, banyak keluarga modern kini membuang pesawat tevenya dan menggantinya dengan rak buku yang diisi dengan buku-buku yang bermanfaat dan jauh lebih berguna kelak. Wallahu’alam bishawab.

 Diperbaharui dari : eramuslim.com


Responses

  1. saya senag nonton avatar memang kata teman dimartino (sang pengarang Avatar) adalah Yahudi. JAdi memang wajar saja

    Suka

  2. jangan2 maksud si pembuat Avatar Aang, itu adalah kiasan untuk Khilafah. nAH LOH, KOK BISA ?
    Coba aja simak pengantar film tersebut:
    ” Air, Api, Tanah dan Udara, dulu semuanya bersatu namun semenjak negara API menyerang, semuanya berubah. Hanya Avatar yang akan mampu menyatukannya kembali.”

    trus apa hubungannya dengan Khilafah?

    Rasul pernah berkata “Manusia berserikat dalam tiga hal : Air, Api (Sumber Energi dan Tambang), Padang Gembala(bisa berarti Tanah dan Hutan)”
    Maksudnya, dalam Islam kesemuanya itu adalah milik bersama/masyarakat, bukan hanya milik umat Islam tapi milik seluruh umat manusia.
    Supaya tdk menimbulkan sengketa dalam distribusinya, maka negaralah yg mengelola tapi hasilnya dikembalikan kpd rakyat.

    Saat ini karena negara Api mulai menyerang (akibat invasi ideologi kapitalismenya) justru barang2 itu dikuasai individu/swasta/asing, akibatnya rakyat kesulitan mendapatkan akses air, BBM, listrik dsb.
    Negara bahkan tega menjual harta yg sebenarnya milik rakyat ini dengan harga yg selangit.

    Hanya KHILAFAH (dikiaskan dengan Avatar Aang) yang akan mampu menyatukan dunia, yakni ketika kesemuanya kembali bersatu, yaitu ketika khilafah sudah tegak. Saat itu Dunia dipimpin oleh adidaya Negara Islam (KHILAFAH) yang akan membawa kedamaian, kesejahteraan, kemakmuran, tidak seperti sekarang ini, ketika negara API yang berkuasa dengan ideologi kapitalisme yang muncul justru kemiskinan dimana2, angka pengangguran terus melonjak, kriminalitas meraja lela.

    Sudah saatnya semua komponen umat Islam bersatu baik dari suku pengendali air, pengendali tanah, pengendali udara, NU, MUHAMMADIYAH, PERSIS, SUNNI, SYIAH, DLL untuk bersama2 memperjuangkan tegaknya lagi KHILAFAH.

    Jadi nggak usah ditanyakan kenapa saya menggunakan AVATAR AANG sebagai avatar saya, OK?

    Suka

  3. ya ga nyambung kalu avatar dikaitkan dengan dajjal,emang dajjal itu apa dan siapa sih???/film kartun avatar itu bagus banget membawa pesan2 moral yg membuat kita semakin tau jati diri manusiasesungguhnya unsur2 yg dimadsud seperti api,air,udara tanah ya semua ada di manusia semua jangn melihat siapa yg menciptakan film terebut tapi pesan film tersebut baik ato gak,apalagi membawa2 agama jng deh bahaya….oke top banget avatar wasalam

    Suka

  4. kalaupun benar avatar aang adalah dajjal saya akan menjadi pengikutnya. karena dari tingkah laku maupun sifatnya sangat anti kekerasan, bela diri dan kekuatan yang di milikinya tidak di salahgunakan untuk mencelakai orang, coba kalian lihat apakah ada tindakan kekersan yang di lakukan aang hingga membuat orang terbunuh bahkan raja api osai yang memiliki sifat penjajah pun ketika dikalahkan olehnya tidak samapai di bunuh, tetapi kekuatan(sifat jahat dari kekuatan apinya yang di hilangkan) hal ini sangat jauh berbeda dengan saudara2 kita yang dalam mencapai tujuan yang di percayainya menggunakan segala macam cara baik mengorbankan harta maupun nyawa dari saudaranya sendiri dengan tameng doktrin agama

    banyak sifat dari karakter tokoh aang yang dapat kita pelajari terutama dari sisi kemanusiaannya, dimana bagi sebagia dari saudara kitta kemanusiaan tidak ada artinya.

    “bagaimana kita bisa menghormati tuhan jika kita tidak bisa menghormati ciptaan-NYA yang katanya paling mulia yaitu manusia itu sendiri”

    salam

    Suka

  5. alah ada-ada aja!

    Suka

  6. klo di banding kartun yang lain seperti naruto, samurai x, sy fikir avatar lebih santun… tidak terlihat kekerasan dengan senjata hingga mengeluarkan luka beda dengan kartun lain kekerasan begitu ketara…

    Suka

  7. Gax nyambung banget Dajjal sma Film Avatar, karakternya kontras banget . Jangan ngada-ngada klau mw bt tlsn , sbnrnya loe nntn dn ngrti ga’ film avatar itu.

    Makanya judulnya saya beri tanda tanya, dan itu bukan murni tulisan saya, saya ngambil di eramuslim.com

    Suka

  8. aku termasuk orang yg belum nonoton film avatar sampai episode terahir so apa ya situsnya biar saya bisa liat dan download filmnya, terimaksih,,

    Suka


Bagaimana tanggapan anda ?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: