Oleh: Refa | 6 November 2008

Masihkah Berharap Pada Obama ?


Banyak orang menyambut gembira kemenangan Barack Hussein Obama sebagai presiden Amerika Serikat. Berbagai harapan digantungkan kepada presiden berkulit hitam pertama di Amerika itu. Namun akankah Obama bisa menjawab harapan itu? Atau sebaliknya justru dia akan lebih ganas memainkan dunia agar tetap dalam genggaman Amerika? Berikut petikan wawancara dengan juru bicara Hizbut Tahrir Indonesia H.M.Ismail Yusanto, MM

Bagaimana tanggapan Anda terhadap kemenangan Barack Obama dalam pemilihan presiden Amerika Serikat?

Kita berharap Obama sebagai presiden bisa bersikap lebih ramah terhadap dunia Islam. Jangan sampai dia bersikap seperti presiden-presiden Amerika sebelumnya. Apalagi dalam pidato kemenanganannya yang baru saja disampaikannya, ia menegaskan ingin mewujudkan keamanan dunia yang lebih baik. Kita berharap komitmen itu dipenuhi. Wujud dari komitmen itu tentu harus konkrit seperti menarik pasukan dari Irak dan Afganistan. Dia juga harus menghentikan dukungannya atas Israel. Kalau itu tidak bisa dipenuhinya, ya sama saja. Kita tidak terlalu yakin itu dipenuhinya karena dia sudah bilang akan menarik pasukan dari Irak dan kemudian mengirimkannya ke Afganistan. Dan kita perlu ingat bahwa politik luar negeri Amerika dari segi haluan tidak akan berubah secara drastis.

Apa pengaruh kemenangan Obama terhadap Indonesia?

Pemerintah Amerika yang dikendalikan oleh Partai Demokrat tentu akan lebih cerewet terhadap HAM, kebebasan dan sebagainya. Kita bisa lihat fakta sebelumnya tentang surat dari para senator Amerika kepada Indonesia yang mempersoalkan penangkapan terhadap dua orang Papua yang telah divonis oleh pengadilan. Mayoritas senator itu kan dari Partai Demokrat. Itu berarti intervensi akan semakin banyak dilakukan Amerika terhadap Indonesia. Yang kedua, dari sisi moralitas, kita tahu bahwa Partai Demokrat merupakan pengusung paham kebebasan/liberalisme. Karena itu, Amerika akan memberikan dukungan kepada kelompok gay, lesbian, homoseksual, pornografi, serta pornoaksi dengan dalih kebebasan.

Mengapa orang Indonesia begitu antusias menyambut dan mengharapkan Obama menang?

Saya kira itu dipicu oleh dua hal. Pertama, faktor historisitas karena Obama pernah tinggal di Indonesia dan memiliki orang tua tiri orang Indonesia. Ada faktor nostalgia. Kedua, faktor harapan. Banyak orang berharap presiden baru Amerika bisa bersikap baik terhadap Indonesia. Ini adalah harapan yang wajar. Tapi yang perlu diingat, presiden Amerika tidak bekerja sendiri. Ada haluan politik, ada partai, ada pemerintahan. Jadi bukan hanya presiden saja yang menentukan. Menurut saya, politik luar negeri Amerika tetap mengacu pada politik dominatif. Amerika akan tetap berusaha mempertahankan posisinya selama ini sebagai negara adidaya yang menguasai dunia. Dia tidak akan bergeser dari haluan politik dominasi ini sedikitpun. Ini tidak akan ditinggalkan.

Adakah manfaat kemenangan Obama bagi dunia Islam?

Memang ada harapan ke arah itu. Tapi realitasnya mesti kita tunggu. Sejauh ini kita meragukan itu terjadi. Sebab Amerika adalah negara yang ingin tetap mempertahankan politik luar negerinya. Islam tetap akan menjadi rival, khususnya kelompok Islam politik-ideologis. Amerika akan ramah terhadap kelompok Islam yang dianggap moderat, artinya yang mau berkompromi dengan keinginan Amerika. Kalau itu yang terjadi, maka Obama bisa jadi akan menggunakan politik belah bamboo untuk menekan dan melemahkan perjuangan kelompok Islam politik-ideologis. []


Responses

  1. […] Masihkah Berharap Pada Obama ? […]

    Suka


Bagaimana tanggapan anda ?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: