Oleh: Refa | 8 November 2008

Pasca Obama Menang, Secara Brutal Pasukan AS Tewaskan Puluhan Warga di Afghanistan dan Pakistan


Di tengah-tengah pandangan mata warga dunia yang tertuju pada terpilihnya Obama sebagai Presiden AS. Bahkan tak sedikit yang berharap banyak terhadap Obama. Namun, di Afghanistan, kebrutalan pasukan pimpinan AS tersebut tak berhenti. Secara brutal serangan udara menghantam sebuah pesta pernikahan dan menewaskan 37 warga sipil.
Presiden Hamid Karzai mengatakan, “sekitar 40” warga sipil tewas dalam serangan di distrik Shah Wali Kot di Provinsi tersebut pada hari Senin. Pemerintah Kandahar mengirim satu tim pejabat dan polisi ke desa Wacha Bakhta untuk menyelidiki insiden itu. Peristiwa tersebut memicu perselisihan baru antara pemerintah Kabul dan pasukan internasional sekutunya.

“Penyelidikan kami menujukkan bahwa 37 warga sipil dan 26 Taliban tewas dalam serangan udara itu dan 31 orang sipil lain serta tujuh militan cedera,” kata pemerintah dalam sebuah pernyataan.

Militer AS sebelumnya pada pekan ini bahwa mereka belum bisa mengkonfirmasi adanya korban sipil dan masih menyelidiki hal itu.

Sementara itu di Pakistan, sebuah pesawat tak berawak yang diduga milik AS telah meluncurkan rudal ke Waziristan Utara, wilayah suku Pakistan yang berbatasan dengan Afghanistan. Sepuluh orang warga diantaranya dinyatakan tewas.

“Serangan terjadi dekat perbatasan. Kami menerima laporan 10 orang tewas, namun akan membutuhkan waktu untuk mendapatkan laporan yang lebih lengkap,” kata pejabat militer.

Pasukan AS di Afghanistan, yang frustrasi akibat meningkatnya serangan lintas-perbatasan dari wilayah Pakistan, telah melakukan berbagai serangan mereka ke Pakistan dengan serangan rudal sejak awal September.

Atas nama “war on terrorism” yang tiada lain “war on Islam”, pasukan AS melakukan serangan brutalnya ke Afghanistan dan kawasan Pakistan yang berbatasan dengan Afghanistan. Pakistan termasuk salah satu target berikutnya bagi Amerika setelah melakukan kebrutalannya di Irak dan Afghanistan.

Pasca terpilihnya Obama sebagai Presiden AS, menurut Taji Mustafa tak ada perubahan yang nyata. Bahkan menurut perwakilan media Hizbut Tahrir Inggris Inggris ini, Obama telah menyatakan keinginannya untuk menyerang Pakistan serta mengintensifkan peperangan di Afghanistan. Obama juga terus mempromosikan kapitalisme yang telah membawa malapetaka. Selain itu, Obama telah berikrar untuk senantiasa mendukung pendudukan brutal Israel di Palestina.

“Dimanakah letak perubahan ‘yang sesungguhnya’ dari kebijakan-kebijakan George W. Bush?” tanya Taji.

Jika korban kaum Muslim yang telah begitu banyak karena kebrutalan Amerika ini terus terjadi hingga hari ini, lalu apa yang diharapkan dari Obama. Benar apa yang dikatakan Taji Mustafa bahwa perubahan yang nyata itu bagi dunia Muslim hanya dengan menegakkan kembali Khilafah Islamiyyah, sebuah insitutusi yang menyatukan umat Islam dunia. [f/m/z/ant/syabab.com]

Iklan

Responses

  1. […] Obama tidak sepenuhnya menarik pasukan AS dari Irak yang selama pendudukan AS telah membunuh lebih 1 juta umat Islam, (LIHAT) […]

    Suka


Bagaimana tanggapan anda ?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: