Oleh: Refa | 13 November 2008

Pluralitas YES, Pluralisme NO


Ide Pluralisme lahir dari suatu pandangan mengenai masyarakat. Ide ini berasal dari ideologi kapitalisme. Menurut mereka masyarakat adalah kumpulan dari individu-individu dan masing-masing individu ini mempunyai beraneka ragam keyakinan, opini, kepentingan, asal-usul, dan kebutuhan yang berbeda. Atas dasar ini mereka berpandangan bahwa sudah merupakan keharusan, bahwa dalam masyarakat akan terdapat golongan-golongan yang berbeda-beda. Setiap golongan mempunyai tujuan dan target sendiri, yang harus diwakili oleh partai, gerakan, atau kelompok/ organisasi. Dan setiap partai, gerakan, atau kelompok/ organisasi tersebut harus diakui keberadaannya dan diberi kesempatan untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan politik.
Islam sebenarnya juga membolehkan kemajemukan berbagai partai, gerakan,madzhab, atau kelompok/ organisasi selama mereka tetap mendasarkan diri pada aqidah Islamiyah. Jadi keberadaan partai, gerakan, atau kelompok/ organisasi apa saja tetap dibenarkan selama mereka tetap berpedoman dengan pendapat-pendapat yang Islami, yakni pendapat-pendapat yang dibangun di atas aqidah Islamiyah.
Tetapi ini bukanlah berarti Islam menerima ide pluralisme secara mutlak, atau menerima pluralisme menurut pengertian kapitalis yang dipropagandakan oleh Amerika dan Barat pada umumnya, sebab pluralisme dalam pandangan mereka lahir dari konsep sekulerisme, yakni pemisahan agama dari kehidupan.
Atas dasar Pluralisme Barat inilah, maka dibolehkan berdirinya partai atau gerakan yang aqidahnya kufur semisal pemisahan agama dengan negara. Atas dasar pluralisme seperti itu pula dibolehkan adanya partai, gerakan, atau kelompok/ organisasi yang didasari asas yang diharamkan Islam seperti partai yang berasaskan Nasionalisme dan Kesukuan. Begitu pula berdasarkan pluralisme ini dibolehkan berdiri gerakan-gerakan yang mengajak pada apa yang diharamkan Allah SWT seperti organisasi homo atau lesbian. Walhasil tidak heran jika kita mendengar ada perkumpulan yang memiliki perilaku menyimpang dan menjijikkan di masyarakat Barat.
Dalam masalah agama pluralisme ini diekspresikan dalam bentuk dialog antar agama, ataupun toleransi secara luas antar umat beragama. Sangat disayangkan bahwa para “intektual muslim modern” saat ini tertipu dengan turut mempropagandakan pluralisme ala Amerika dan Barat. Mereka (para intelektual muslim tersebut) tertipu oleh “kulit” yang ditawarkan tanpa tahu tujuan yang diinginkan Barat.
Tidakkah mereka curiga mengapa ide pluralisme yang berujung pada dialog antar agama ataupun toleransi beragama secara mutlak hanya ditujukan kepada umat Islam saja ? Apakah kaum muslimin saat ini tidah punya sikap toleransi ? Pernahkah ide pluralisme dan toleransi ini ditujukan kepada kelompok non muslim dan apakah mereka bersikap toleran terhadap kaum muslimin ?
Di Amerika warga kulit hitam, merah, dan kuning mendapat perlakuan yang tidak layak dan dianggap sebagai warga “kelas dua”. Kita belum tahu apakah paska Obama akan berubah? Sikap mereka pada perempuan juga demikian. Apalagi perlakuannya terhadap Islam yang selalu negatif. Dalam benak mereka Islam selalu identik dengan teroris, ekstrimis, dan radikalis. Sementara masyarakat Barat dianggap sebagai pahlawan, pecinta perdamaian, layaknya malaikat penolong yang mampu memecahkan berbagai permasalahan dunia internasional. Seharusnya kita bertanya, “Dimana ide keharmonisan dalam kemajemukan yang mereka gembar-gemborkan ?”
Sudah semestinyalah seorang muslim bersikap hati-hati bahkan curiga terhadap berbagai propaganda Barat melalui kaum orientalisme secara langsung dan anak asuhnya dari kalangan kaum muslimin. Kaum muslimin tidak boleh menerima pluralisme yang dipropagandakan AS itu apalagi menerima secara mutlak. Mengakui pluralisme berarti membenarkan adanya seruan-seruan terhadap kekufuran dan segala sesuatu yang diharamkan Allah SWT.
Sungguh pluralisme adalah ide yang tidak akan pernah diterima oleh seorang mukmin yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.


Responses

  1. membaca tulisan anda,saya kira ini didasarkan atas pendapat anda sendiri.seharusnya anda merujuk pada al quran dan hadis.anda beranggapan segala sesuatu yang dari AS selalu salah dan seakan akan anda selalu benar.jika begitu,apa bedanya anda dengan AS??

    Kalau anda ingin merujuk hadits/sunah Nabi, maka berikut ini saya rangkumkan isi piagam madinah (piagam madinah pada dasarnya juga perwujudan sunnah nabi)

    Teks Piagam Madinah

    Sebagai produk yang lahir dari rahim peradaban Islam, Piagam Madinah diakui sebagai bentuk perjanjian dan kesepakatan bersama bagi membangun masyarakat Madinah yang plural, adil, dan berkeadaban. Di mata para sejarahwan dan sosiolog ternama Barat, Robert N. Bellah, Piagam Madinah yang disusun Rasulullah itu dinilai sebagai konstitusi termodern di zamannya, atau konstitusi pertama di dunia.

    Berikut petikan lengkap terjemahan Piagam Madinah yang terdiri dari 47 pasal:

    Preambule: Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Ini adalah piagam dari Muhammad, Rasulullah SAW, di kalangan mukminin dan muslimin (yang berasal) dari Quraisy dan Yatsrib (Madinah), dan yang mengikuti mereka, menggabungkan diri dan berjuang bersama mereka.

    Pasal 1:
    Sesungguhnya mereka satu umat, lain dari (komunitas) manusia lain.

    Pasal 2:
    Kaum Muhajirin (pendatang) dari Quraisy sesuai keadaan (kebiasaan) mereka, bahu-membahu membayar diat di antara mereka dan mereka membayar tebusan tawanan dengan cara yang baik dan adil di antara mukminin.

    Pasal 3:
    Banu ‘Awf, sesuai keadaan (kebiasaan) mereka, bahu-membahu membayar diat di antara mereka seperti semula, dan setiap suku membayar tebusan tawanan dengan baik dan adil di antara mukminin.

    Pasal 4:
    Banu Sa’idah, sesuai keadaan (kebiasaan) mereka, bahu-membahu membayar diat di antara mereka (seperti) semula, dan setiap suku membayar tebusan tawanan dengan cara yang baik dan adil di antara mukminin.

    Pasal 5:
    Banu al-Hars, sesuai keadaan (kebiasaan) mereka, bahu-membahu membayar diat di antara mereka (seperti) semula, dan setiap suku membayar tebusan tawanan dengan cara yang baik dan adil di antara mukminin.

    Pasal 6:
    Banu Jusyam, sesuai keadaan (kebiasaan) mereka, bahu-membahu membayar diat di antara mereka (seperti) semula, dan setiap suku membayar tebusan tawanan dengan cara yang baik dan adil di antara mukminin.

    Pasal 7:
    Banu al-Najjar, sesuai keadaan (kebiasaan) mereka, bahu-membahu membayar diat di antara mereka (seperti) semula, dan setiap suku membayar tebusan tawanan dengan cara yang baik dan adil di antara mukminin.

    Pasal 8:
    Banu ‘Amr Ibn ‘Awf, sesuai keadaan (kebiasaan) mereka, bahu-membahu membayar diat di antara mereka (seperti) semula, dan setiap suku membayar tebusan tawanan dengan cara yang baik dan adil di antara mukminin.

    Pasal 9:
    Banu al-Nabit, sesuai keadaan (kebiasaan) mereka, bahu-membahu membayar diat di antara mereka (seperti) semula, dan setiap suku membayar tebusan tawanan dengan cara yang baik dan adil di antara mukminin.

    Pasal 10:
    Banu al-‘Aws, sesuai keadaan (kebiasaan) mereka, bahu-membahu membayar diat di antara mereka (seperti) semula, dan setiap suku membayar tebusan tawanan dengan cara yang baik dan adil di antara mukminin.

    Pasal 11:
    Sesungguhnya mukminin tidak boleh membiarkan orang yang berat menanggung utang di antara mereka, tetapi membantunya dengan baik dalam pembayaran tebusan atau diat.

    Pasal 12:
    Seorang mukmin tidak dibolehkan membuat persekutuan dengan sekutu mukmin lainnya, tanpa persetujuan dari padanya.

    Pasal 13:
    Orang-orang mukmin yang takwa harus menentang orang yang di antara mereka mencari atau menuntut sesuatu secara zalim, jahat, melakukan permusuhan atau kerusakan di kalangan mukminin. Kekuatan mereka bersatu dalam menentangnya, sekalipun ia anak dari salah seorang di antara mereka.

    Pasal 14:
    Seorang mukmin tidak boleh membunuh orang beriman lainnya lantaran (membunuh) orang kafir. Tidak boleh pula orang mukmin membantu orang kafir untuk (membunuh) orang beriman.

    Pasal 15:
    Jaminan Allah satu. Jaminan (perlindungan) diberikan oleh mereka yang dekat. Sesungguhnya mukminin itu saling membantu, tidak tergantung pada golongan lain.

    Pasal 16:
    Sesungguhnya orang Yahudi yang mengikuti kita berhak atas pertolongan dan santunan, sepanjang (mukminin) tidak terzalimi dan ditentang (olehnya).

    Pasal 17:
    Perdamaian mukminin adalah satu. Seorang mukmin tidak boleh membuat perdamaian tanpa ikut serta mukmin lainnya di dalam suatu peperangan di jalan Allah Allah, kecuali atas dasar kesamaan dan keadilan di antara mereka.

    Pasal 18:
    Setiap pasukan yang berperang bersama kita harus bahu-membahu satu sama lain.

    Pasal 19:
    Orang-orang mukmin itu membalas pembunuh mukmin lainnya dalam peperangan di jalan Allah. Orang-orang beriman dan bertakwa berada pada petunjuk yang terbaik dan lurus.

    Pasal 20:
    Orang musyrik (Yatsrib) dilarang melindungi harta dan jiwa orang (musyrik) Quraisy, dan tidak boleh bercampur tangan melawan orang beriman.

    Pasal 21:
    Barang siapa yang membunuh orang beriman dan cukup bukti atas perbuatannya, harus dihukum bunuh, kecuali wali si terbunuh rela (menerima diat). Segenap orang beriman harus bersatu dalam menghukumnya.

    Pasal 22:
    Tidak dibenarkan bagi orang mukmin yang mengakui piagam ini, percaya pada Allah dan Hari Akhir, untuk membantu pembunuh dan memberi tempat kediaman kepadanya. Siapa yang memberi bantuan atau menyediakan tempat tinggal bagi pelanggar itu, akan mendapat kutukan dan kemurkaan Allah di hari kiamat, dan tidak diterima daripadanya penyesalan dan tebusan.

    Pasal 23:
    Apabila kamu berselisih tentang sesuatu, penyelesaiannya menurut (ketentuan) Allah ‘azza wa jalla dan (keputusan) Muhammad SAW.

    Pasal 24:
    Kaum Yahudi memikul biaya bersama mukminin selama dalam peperangan.

    Pasal 25:
    Kaum Yahudi dari Bani ‘Awf adalah satu umat dengan mukminin. Bagi kaum Yahudi agama mereka, dan bagi kaum muslimin agama mereka. Juga (kebebasan ini berlaku) bagi sekutu-sekutu dan diri mereka sendiri, kecuali bagi yang zalim dan jahat. Hal demikian akan merusak diri dan keluarganya.

    Pasal 26:
    Kaum Yahudi Banu Najjar diperlakukan sama seperti Yahudi Banu ‘Awf.

    Pasal 27:
    Kaum Yahudi Banu Hars diperlakukan sama seperti Yahudi Banu ‘Awf.

    Pasal 28:
    Kaum Yahudi Banu Sa’idah diperlakukan sama seperti Yahudi Banu ‘Awf.

    Pasal 29:
    Kaum Yahudi Banu Jusyam diperlakukan sama seperti Yahudi Banu ‘Awf.

    Pasal 30:
    Kaum Yahudi Banu al-‘Aws diperlakukan sama seperti Yahudi Banu ‘Awf.

    Pasal 31:
    Kaum Yahudi Banu Sa’labah diperlakukan sama seperti Yahudi Banu ‘Awf, kecuali orang zalim atau khianat. Hukumannya hanya menimpa diri dan keluarganya.

    Pasal 32:
    Suku Jafnah dari Sa’labah (diperlakukan) sama seperti mereka (Banu Sa’labah).

    Pasal 33:
    Banu Syutaybah (diperlakukan) sama seperti Yahudi Banu ‘Awf. Sesungguhnya kebaikan (kesetiaan) itu lain dari kejahatan (khianat).

    Pasal 34:
    Sekutu-sekutu Sa’labah (diperlakukan) sama seperti mereka (Banu Sa’labah).

    Pasal 35:
    Kerabat Yahudi (di luar kota Madinah) sama seperti mereka (Yahudi).

    Pasal 36:
    Tidak seorang pun dibenarkan (untuk perang), kecuali seizin Muhammad SAW. Ia tidak boleh dihalangi (menuntut pembalasan) luka (yang dibuat orang lain). Siapa berbuat jahat (membunuh), maka balasan kejahatan itu akan menimpa diri dan keluarganya, kecuali ia teraniaya. Sesungguhnya Allah sangat membenarkan (ketentuan) ini.

    Pasal 37:
    Bagi kaum Yahudi ada kewajiban biaya, dan bagi kaum muslimin ada kewajiban biaya. Mereka (Yahudi dan muslimin) bantu-membantu dalam menghadapi musuh Piagam ini. Mereka saling memberi saran dan nasihat. Memenuhi janji lawan dari khianat. Seseorang tidak menanggung hukuman akibat (kesalahan) sekutunya. Pembelaan diberikan kepada pihak yang teraniaya.

    Pasal 38:
    Kamu Yahudi memikul biaya bersama mukminin selama dalam peperangan.

    Pasal 39:
    Sesungguhnya Yatsrib itu tanahnya “haram” (suci) bagi warga Piagam ini.

    Pasal 40:
    Orang yang mendapat jaminan (diperlakukan) seperti diri penjamin, sepanjang tidak bertindak merugikan dan tidak khianat.

    Pasal 41:
    Tidak boleh jaminan diberikan, kecuali seizin ahlinya.

    Pasal 42:
    Bila terjadi suatu peristiwa atau perselisihan di antara pendukung Piagam ini, yang dikhawatirkan menimbulkan bahaya, diserahkan penyelesaiannya menurut (ketentuan) Allah ‘azza wa jalla, dan (keputusan) Muhammad SAW. Sesungguhnya Allah paling memelihara dan memandang baik isi Piagam ini.

    Pasal 43:
    Sungguh tidak ada perlindungan bagi Quraisy (Mekkah) dan juga bagi pendukung mereka.

    Pasal 44:
    Mereka (pendukung Piagam) bahu-membahu dalam menghadapi penyerang kota Yatsrib.

    Pasal 45:
    Apabila mereka (pendukung piagam) diajak berdamai dan mereka (pihak lawan) memenuhi perdamaian serta melaksanakan perdamaian itu, maka perdamaian itu harus dipatuhi. Jika mereka diajak berdamai seperti itu, kaum mukminin wajib memenuhi ajakan dan melaksanakan perdamaian itu, kecuali terhadap orang yang menyerang agama. Setiap orang wajib melaksanakan (kewajiban) masing-masing sesuai tugasnya.

    Pasal 46:
    Kaum yahudi al-‘Aws, sekutu dan diri mereka memiliki hak dan kewajiban seperti kelompok lain pendukung Piagam ini, dengan perlakuan yang baik dan penuh dari semua pendukung Piagam ini. Sesungguhnya kebaikan (kesetiaan) itu berbeda dari kejahatan (pengkhianatan). Setiap orang bwertanggungjawab atas perbuatannya. Sesungguhnya Allah paling membenarkan dan memandang baik isi Piagam ini.

    Pasal 47:
    Sesungguhnya Piagam ini tidak membela orang zalim dan khianat. Orang yang keluar (bepergian) aman, dan orang berada di Madinah aman, kecuali orang yang zalim dan khianat. Allah adalah penjamin orang yang berbuat baik dan takwa. Dan Muhammad Rasulullah SAW. (her/piagam madinah dan uud)

    indahnya Islam, nikmatnya jd Muslim

    Suka


Bagaimana tanggapan anda ?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: