Oleh: Refa | 15 November 2008

Mewaspadai Operasi Intelijen dengan 5i


Amrozi dan kawan-kawannya telah dieksekusi mati. Namun, eksekusi tersebut tidaklah menghapus pertanyaan penting benarkah Amrozi cs adalah pelaku utama bom Bali 1? Disinyalir bila pelaku utamanya atau master mind-nya tidak diungkap, program war on terrorism yang digerakkan oleh AS akan berlanjut.

Memang para pelaku itu mengakui telah menyiapkan bom, tapi benarkah bom sangat besar yang meledak di jalan Legian, yang oleh para ahli bom dinilai masuk dalam kualifikasi micronuke, adalah benar-benar bom yang dibuat oleh Amrozi dan kawan-kawan? Keraguan semacam ini akan terus ada mengingat banyak sekali fakta-fakta yang sangat gamblang yang menunjukkan tentang kemungkinan adanya bom yang sengaja ditumpangkan oleh pihak lain.

Sesungguhnya terorisme yang selama ini terjadi adalah fabricated terrorism atau terorisme yang diciptakan. Bila digunakan analisis hubungan antara motivasi dan aksi, maka semua bom yang meledak sejak dari bom Bali 1 hingga bom Bali 2 sangatlah aneh. Bila itu semua dibuat dalam rangka apa yang sering dikatakan sebagai perang atau perlawanan melawan AS, mengapa tak satupun instalasi penting AS di Indonesia yang terkena?

Waspadai Langkah 5i Operasi Intelijen

Disinyalir telah terjadi operasi (intelijen) yang melakukan langkah-langkah 5i, yakni inflitrasi, radikalisasi, provokasi, aksi, dan stigmatisasi.

Infiltrasi ini dilakukan terhadap kelompok Islam yang memiliki semangat perlawanan, lalu radikalisasi dipompa untuk lebih bersemangat melawan. Adapun provokasi didorong untuk melakukan tindakan dan aksi digerakkan melakukan tindakan kongkrit berupa pengeboman di sejumlah sasaran. Akhirnya dilakukanlah stigmatisasi sehingga tercipta stigma bahwa Indonesia adalah sarang teroris, pelakunya kelompok fundamentalis dari kalangan pesantren.

Dan stigma semacam itu sekarang telah terjadi. Karenanya, untuk kepentingan tetap terpeliharanya stigma buruk tersebut dan dalam rangka memelihara momentum kampanye war on terrorism, maka diduga kuat mastermind atau otak dibalik kasus terorisme di Indonesia masih akan terus bekerja untuk menciptakan peristiwa terorisme baru.


Bagaimana tanggapan anda ?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: