Oleh: Refa | 27 Mei 2009

Ilusi Demokrasi: Ekspansi Gerakan Liberal Transnasional di Indonesia


Judul tulisan ini adalah ‘plesetan’ judul sebuah buku yang diterbitkan kelompok liberal dengan judul “Ilusi Negara Islam : Ekspansi Gerakan Islam Transnasional di Indonesia”.

Saya merasa perlu untuk memberikan tanggapan terhadap buku tersebut, karena buku ini bukan buku biasa. Buku ini baru dilaunching tanggal 18 Mei kemarin. Buku setebal 322 halaman ini diterbitkan atas kerjasama Gerakan Bhinneka Tunggal Ika, the Wahid Institut dan Maarif Institut.

Menurut Gus Dur studi buku ini untuk membangkitkan kesadaran tentang bahaya ideologi dan paham Islam garis keras yang dibawa ke tanah air oleh gerakan transnasional Timur Tengah.

Sebenarnya perdebatan tentang gerakan transnasional sangat-sangat tidak relevan. Persinggungan Indonesia dengan ideologi transnasional adalah sesuatu yang tak terhindari. tak hanya ideologi, Indonesia juga bersinggungan dengan hal lain seperti agama, seni, budaya, bahasa,bahkan juga makanan yang besifat transnasional. Bukankah 5 agama yang dikenal diakui di Indonesia, semuanya juga berasal dari luar Indonesia. Demikian juga gagasan sistem politik seperti demokrasi, bahkan istilah republik juga berasal dari Barat.

Masuknya Islam ke Indonesia pun tak bisa dilepaskan dari watak ‘transnasional’ Islam. Sultan Muhammad I dari Kekhilafahan Utsmani yg pada tahun 808 H/ 1404 M pertama kali mengirim ulama (yang kemudian dikenal sebagai WALISONGO) untuk berdakwah ke pulau Jawa seperti Maulana Malik Ibrahim (Turki), Maulana Ishak (Samarqand) yg dikenal dengan nama Syekh Awwalul Islam, Maulana Ahmad Jumadil Kubra (Mesir), Maulana Muhammad al-Maghrabi (Maroko), Maulana Malik Israil (Turki), Maulana Hasanuddin (Palestina), Maulana Aliyuddin (Palestina) dan Syekh Subakir (Persia).

Demikian juga keberadaan ormas-ormas besar di Indonesia seperti Nu, Muhammadiyah, Persis, Al Irsyad juga tak bisa dilepaskan dari persinggungan dunia Islam internasional. Ini saya rasa merupakan hal yang wajar mengingat Islam memang agama bagi seluruh manusia di dunia (TRANSNASIONAL). dan inilah makna rahmatan lil ‘alamin . Tokoh-tokoh pendiri ormas itu sebagian besar belajar di Timur Tengah dan menyebarkan pemikiran- pemikiran ulama dari Timur Tengah yang menjadi pusat Islam saat itu.

Jadi apa sebenarnya yang ditakutkan dari ‘ideologi transnasional’ ? Islamophobia dan Syariahphobia sepertinya telah membutakan mata hati dan sikap rasional kelompok liberal dan pengusungnya ini.

Kenapa hanya ideologi Islam dan kelompok Islam yang mereka anggap sebagai ancaman dari luar dan bersifat transnasional? Sedangkan ide-ide liberal dan sekuler seperti demokrasi, HAM, pluralisme, ide gender, yang mereka usung yang sesungguhnya merupakan ide impor dari Barat dan juga berwatak TRANSNASIONAL tidak mereka anggap sebagai ancaman?

Padahal ide liberal dan sekuler ini bukan hanya mengancam, tapi telah terbukti menyebabkan hancurnya Indonesia dan dunia Islam. Bukankah ekonomi neoliberal yg dipraktekkan Indonesia dengan program pengurangan subsidi, privatisasi, investasi asing, dan pasar bebas telah menyebabkan kemiskinan dan perampokan kekayaan alam Indonesia?

Atas nama HAM, kebebasan bertingkah laku, mereka merusak moralitas, menjerumuskan para pemuda dalam kemaksiatan. Dengan alasan HAM, mereka minta pornografi/pornoaksi, pengakuan terhadap kelompok gay dan lesbian dilegalkan. Tapi kenapa perda yg mewajibkan busana muslimah dibilang melanggar HAM?

Atas nama HAM akidah umat Islam mereka racuni. Dengan alasan kebebasan beragama, kelompok liberal meminta agar Ahmadiyah jangan dilarang.

Kelompok liberal menganggap kelompok yang ingin menegakkan syariah Islam sebagai garis keras. Sementara AS dan sekutunya yang dengan alasan HAM dan menyebarkan demokrasi, serta perang melawan terorisme, telah membunuh jutaan umat Islam di Irak, Afghanistan, Somalia, Sudan, Palestina, justru tidak secara intensif mereka kritik.

Lepasnya Timor Timur dan kini hal yg sama sedang mengancam Papua dan Aceh, juga atas dasar HAM. Lantas ideologi mana  yg lebih berbahaya?

Hal yg harus diingat dan diyakini bahwa kewajiban penegakkan Syariah Islam dan Khilafah adalah perintah Allah SWT. Tak mungkin hukum yg berasal dari -NYA akan membahayakan dan mencelakakan manusia. Semua itu bukan mimpi, bukan ilusi, bukan utopis, tapi sudah terbukti secara normatif maupun historis. Syariat Islam akan membebaskan Indonesia dari penjajahan ideologi negara imperialis dan mensejahterakan rakyat.

Syariah Islam mampu menjamin kebutuhan pokok tiap individu rakyat yg menjadi tanggungjawab negara.

Dalam sistem Islam, pendidikan dan kesehatan wajib gratis, Syariah juga melarang barang-barang yg merupakan pemilikan umum seperti emas, perak, minyak bumi, batubara diserahkan kepada swasta apalagi asing.

Syariah akan mencegah setiap intervensi asing yg mengancam disintegrasi umat dan negara Islam. Dan Khilafah adalah institusi yg menerapkan syariah Islam dan menyatukan umat Islam sehingga menjadi negara adi daya global yg mensejahterakan manusia baik muslim maupun non muslim.

Lantas siapa sebenarnya yang mengancam Indonesia?

Mana yang hanya ilusi, demokrasi atau Khilafah


Responses

  1. jika hanya sebatas “ilusi” kenapa “INI” musti dilawan oleh Rekomendasi strategis dari keluarga besar LibforAll foundation ?

    http://serbasejarah.wordpress.com/2009/05/22/ilusi-negara-islam-kenapa-ilusi-dilawan-rekomendasi-strategis/

    Salam

    Suka

  2. assalamu’alaikum wr.wb

    he..he…semua manusia sama…
    sama -sama nafsu untuk menguasai dunia…dengan caranya sendiri-sendiri…
    sesama penganut Islam dah menggunakan perbedaan untuk saling menyerang…

    Insyaf mas…..
    jangan lah hati di isi dengan iri dan dengki serta kebencian, belajarlah penuh kedamaian, kesejukan hati…. API di lawan dengan AIR…….
    (makanya belajar agama dan filsafat ..biar ngga’ sok tau dan picik mas)

    mereka yang (anda anggap dosa) , pasti akan mendapatkan pengadilan oleh Allah SWT di akhir nanti,
    begitu juga anda, dengan menyiarkan suatu berita dengan unsur kebencian kepada pihak lain..

    anda ga ubahnya seperti mereka ..
    yang hanya saling mencari kesalahan

    kita seharusnya berusaha menjadi umat yang berguna bagi umat lain dengan penyebaran berita yang menyejukkan …..
    tanpa anda harus SOK menjadi tangan TUHAN…

    TUHAN MAHA SEGALANYA…tanpa bantuan ANDA semua akan terlaksana sesuai kehendaknya..

    wassalam

    he he sabar mas. Menggunakan jurus/jawaban sakti nih ceritanya ?(kalimat terakhir anda)
    Kalo semuanya dikembalikan kepada kehendak Tuhan yaah selesai deh ceritanya.
    Buat apa juga ada dakwah coba?
    terus buat apa juga anda ngotot banget ampe begitu getol ‘melawan’. Biarkan aja deh !
    Terserah kehendak Allah seperti apa. Nggak perlu anda repot2.
    Kalo memang Tuhan tidak menghendaki, biarpun opini tentang Syariah semakin menguat, toh Syariat nggak akan tegak.
    Betul kan? Maksud anda gitu kan.

    Jadi biarlah waktu yg bicara. Waktu akan bicara mana yg benar mana yg salah. (Maaf kalimat ini mengutip komentar anda yg lain)

    Suka

  3. nambah kang…

    KALO anda menganggap “HANYA” illusi
    kenapa perlu di tanggapi dan membikin penolakan dengan serius…

    toh anda bilang hanya ILLUSI..
    diemin aja lagi..

    kalimat itu sebenarnya bentuk sindiran saja bahwa betapa berlebihannya ‘kalian’ yg sangat mengagung-agungkan demokrasi tapi menganggap ‘kami’ sebagai ancaman, makar bagi negara ini. Inikan nggak adil, bukankah demokrasi menghormati beda pendapat. Maka kami merasa perlu menanggapi. Kami menggunakan hak jawab dan pembelaan diri dong. Bahwa apa yg ‘kalian’ tuduhkan itu nggak benar

    .

    Waktu akan membuktikan mana yang benar dan mana yang salah…

    BETUL, biarlah waktu yg membuktikan. SEJARAH akan mencatat itu

    Suka

  4. anda pake internet, WINDOWS BAJAKAN dan komputer yang bikinan orang BARAT ajah, dah munafik mas namanya…

    ya ampun….
    Malu-maluin dah..
    maling teriak maling namanya ….

    Nama dan email anda banyak banget, ganti2 identitas tapi tetap saja ketahuan soalnya IP adressnya tetap sama. Hayo ngaku.

    weleh2, windows sy asli lho.
    dibedain dong bro, yang mane madaniah n hadharah, klo yang lu contoin ntu madaniah, kita boleh ngambilnya,
    Islam nggak ngelarang. Rasul aja pernah nyuruh shahabat untuk mempelajari jenis2 persenjataan dari luar Islam (Persia) untuk ditiru dipakai dan dikembangkan. jadi blogging, facebook, internet boleh2 aja.
    namun bila produk barat yang berbentuk pemahaman hidup, pemikiran, isme yg jelas bertentangan dgn Islam gak boleh diambil-ambil,
    Hati2 bro. klo dah diambil biasanya ampe lubang biawak pun bakalan diikutin. Ini yg nggak boleh

    Suka

  5. ikutan doog,

    beginilah saudara-saudara seiman kita, belum bisa merapatkan barisan, semua masih pada bergerombol. ampe kapan mau jadi gerombolan……?? nggak akan ada majunya…….!! QS.Al-An’am A 158-160 buka.
    tapi begini Mas, jangan sekali-kali memberi udara kebebasan pada yang namanya orang kafir, sebelum kita semua di jerat ama kekafiranya…..,
    mari rapatkan barisan satukan umat menuju negara yang bersyariat.

    Suka

  6. mau kafir atau gak, bukan hak kita untuk menghakimi. mari kita berlomba menebar kebaikan saja, bukan mengklaim kebenaran. siapapun itu, baik PKS, HTI, LDII, atau JIL yang katanya nyeleneh nggak akan pernah ketemu kalau masing2 masih merasa dirinyalah yang paling benar.

    Saya bukan simpatisan Wahid institute, JIL atau khilafah. Bagi saya, ketika kita memahami Islam sebagai bentuk penyerahan diri total kepada yang Allah Maha Esa, tidak ada ruang untuk merasa terancam karena perbedaan ideologi. Tapi, pluralisme pun harus dipahami dalam tataran sosial, bukan teologis. Tidak ada paksaan dalam beragama, namun tidak mungkin menyatukan perbedaan paham dalam beragama.

    Suka

  7. bagaimana caranya menggunakan jurus ilusi itu

    Suka


Bagaimana tanggapan anda ?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: