Oleh: Refa | 21 Desember 2009

MARYAM SANG PERAWAN SUCI, And The Secret Code 7 19 25


“Sangat sedikit orang Kristen yang mengetahui pentingnya kedudukan Maryam (Maria) dalam Islam. Sumber-sumber Islam menyebut baik Yesus (Isa) dan Maryam sebagai orang suci, bahkan Mayam adalah wanita yang paling suci. Ia dipandang sebagai teladan bagi semua orang, baik pria maupun wanita (Gray Henry, Direktur Penerbit Fons Vitae, Louisville, Kentucky, USA, 1998).”

Sedang Pembaca non Muslim, khususnya kebanyakan umat Kristiani, mungkin akan terperanjat jika mengetahui bahwa Bunda Maria (Maryam) sangat dihormati – wanita suci – digambarkan oleh Kitab Mulia Muslim. Demikian luar biasanya, wanita satu ini dipandang oleh Tuhan, sehingga ia menempati salah satu judul surat dalam Kitab Mulia. Satu-satunya nama wanita yang muncul, mewakili gender perempuan.

TJ Winter, Dosen Fakultas Teologi Universitas Cambridge menjelaskan bahwa Kitab Mulia, banyak membicarakan Maryam (Mary, Mariah, Maria) dan perannya yang aktif dan bahkan profetik – yang membangkitkan minat para pembaca modern yang peduli dengan isu-isu gender. Ia disebut 34 kali, lebih banyak dari nama Adam, Isa dan bahkan Muhammad. Adam dan Isa, bahkan tidak dipilih sebagai judul surat.

Surat Maryam, atau surat yang ke-19 dalam susunan Kitab Mulia, diturunkan ketika sahabat-sahabat Nabi akan hijrah dari Mekkah dan tinggal di negeri Kristen (Nasrani), di Habash (Ethiopia). Walaupun kaum Quraisy Mekkah penentang Nabi berusaha membujuk Raja Negus (Najasy) untuk mengusir kaum Muslim imigran, tetapi akhirnya – setelah bertanya pendapat Muslim tentang Yesus di dalam sebuah sidang pengadilan – rombongan Muslim diperbolehkan tinggal di kerajaan Kristen tersebut.
Merujuk hadist (riwayat dan kisah Nabi), Hazrat Ja’far, pemimpin/salah satu anggota rombongan mengutip ayat-ayat Kitab Mulia yang menceritakan tentang kisah Yesus (Isa as) dan perawan suci Maryam kepada Raja Negus (Najasy). Sehingga Negus menitikkan air matanya terharu.

Pembaca tentunya dapat membayangkan, bagaimana para sahabat Nabi di Habash dapat merespons pertanyaan Raja Negus dengan baik bila mereka tidak mempunyai pengetahuan yang cukup tentang Yesus. Akibatnya mungkin akan berbeda, mereka akan diusir dari negeri itu atas hasutan kaum Quraisy, jika mereka tidak mampu menceritakan tentang Yesus. Surat ini dipandang istimewa selain diturunkan sebelum kejadian itu (tinggal di negeri Kristen), tetapi juga karena posisi surat yang ditempatkan sebagai surat yang ke-19.

Sebelumnya Nabi, disebabkan oleh tekanan kaum Quraisy, menganjurkan para sahabat pergi ke Habash, tempat di mana terdapat Raja yang adil, yang tidak membiarkan ketidak adilan di tanah negerinya. Anjuran Nabi, rombongan Muslim boleh tinggal di sana dengan seizin Raja Negus sampai masalah di Mekkah dapat diatasi.

Salah satu keistimewaan Surat Maryam adalah, ia turun sebelum Raja Negus bertanya tentang kisah Yesus. Sehingga sahabat Nabi bisa bercerita tetang kehidupan Maryam dan Yesus dengan baik. Disamping itu, juga menampik tudingan-tudingan sejumlah orang kaum Yahudi yang keji atas Maryam.

Lalu mengapa Maryam ditempatkan pada posisi ke-19?

Dalam Kitab mulia, Surat Maryam berkaitan dengan nama Isa dan Adam.

Perumpamaan kejadian Isa dan Adam adalah serupa (Qs, 3:59). Adam dilahirkan tanpa “orang tua” dan ‘Isa (Yesus) dilahirkan “tanpa ayah”. Karena serupa, Tuhan memberi perumpamaan dalam bentuk bilangan, menyebut nama Adam dan Isa sama-sama 25 kali dalam Kitab Mulia.

Istimewanya, penyebutan nama Adam dan Isa yang ke-19 adanya disurat ke-19 pula, yaitu MARYAM. Bilangan 19 ini merupakan salah satu kode dalam Kitab Mulia, ia adalah bilangan prima dalam matematika, dan bilangan prima adalah bilangan khusus, bilangan yang tidak dapat dibagi oleh bilangan lainnya, kecuali oleh bilangan itu sendiri atau angka satu. Contohnya, adalah: 2, 3, 5, 7, 11, 13,1 7, 19, 23, 29, 31, 37, 41, 43, 47…dst.. Jika Davinci code bercerita tentang kode dengan menggunakan bilangan Fibonacci, tetapi surat Maryam dilengkapi dengan kode bilangan prima, salah satunya adalah 19.

Supaya memberi tambahan keyakinan bagi para pembaca Kitab Mulia bahwa Maryam (Mary, Mariah, Maria) memang istimewa, maka Tuhanpun memberi bukti, dimana suratnyapun, surat Maryam, dilengkapi dengan kode 7, 19 dan 25 – berlapis dengan simbol abjad.

Inilah fakta sederhana :

  1. Ayat pertama diawali dengan 5 simbol abjad, yaitu Kaf, Ha, Ya, ‘Ain dan Shad. Simbol abjad yang menjadi teka-teki bagi semaua para ahli tafsir. Karena tidak dapat dipahami, selama berabad-abad. Tetapi bahasa kripto, bahasa sandi, menunjukkan bahwa jumlah abjad Kaf (137), Ha (175), Ya (343), ‘Ain (117) dan Shad (26) pada surat Maryam adalah 798 atau 19 x 42. Luar biasa, hingga jumlah abjadnyapun berbentuk sandi dengan kode 19.
  2. Nama atau kata Isa yang ke-19 ada pada ayat 34, dan kata Adam yang ke-19 ada pada ayat 58. Dengan demikian, surat ke-19 ini adalah pertemuan kata Adam dan Isa, sama-sama yang ke-19 pula.
  3. Ayat yang menceritakan tentang Maryam dan Yesus dimulai dari ayat ke-16 hingga ayat ke-34, dan ini tepat 19 ayat. Bukan pula kebetulan kalau digit 1634 pun merupakan bilangan habis dibagi 19, atau 19 x 86.
  4. Merujuk no 2, ayat 34 dan 58, digitnyapun kelipatan 19, yaitu 3458 atau 19 x 182.
  5. Dari ayat 34 hingga 58 tepat 25 ayat, sama dengan penyebutan nama Adam dan Isa (Yesus).
  6. Jumlah ayat surat Maryam adalah 98 ayat, dimana diantaranya terdapat 25 nomor ayat bilangan prima pula, yaitu: 2, 3, 5, 7, 11, 13, 17, 19, 23, 29, 31, 37, 41, 43, 47, 53, 59, 61, 67, 71, 73, 79, 83, 91, dan 97.
  7. Nama Maryam dalam surat Maryam disebut dalam 7 ayat, yaitu: 16, 18, 20, 22, 27, 29, dan 34. Deretan angka tersebut merupakan kripto tersendiri 14 digit, kode 19 pula, yaitu 16182022272934 atau 19 x 851685382786. Bayangkan, PIN ATM kita saja hanya 6 digit. Tetapi jika digitnya dijumlahkan, 1+6+1+8+2+0+…..+3+4= 49, atau 7 x 7. Kode 7, sesuai jumlah ayatnya 7. Jumlah ayatnyapun 98 ayat atau 2 x 7 x 7, simetris kode 7.
  8. Mengapa angka 25 dipakai sebagi kode Maryam pula? Ini disebabkan keistimewaan angka 25 dalam matematika. Jika kita bariskan angka 1 hingga 25, kta baca dari kiri, maka angka 7 adalah angka ke-19 dibaca dari kanan, dan angka 19 adalah angka ke-7 dari kanan. Bolak-bailk SIMETRIS MURNI.

Maryam memang luar biasa dalam Islam, ia salah satu nama wanita yang secara tegas dalam Kitab Mulia disebut sebagai (calon) penghuni surga (wanita lainnya adalah salah satu istri Pharaoh Raja Mesir Kuno di jaman Moses (Musa). Wakil gender wanita, profetik, dan menempati salah satu judul dalam Kitab Mulia. Isi suratnyapun diakui merupakan surat yang terindah oleh para Ulama Muslim, kedua setelah Kisah Yusuf (Yoseph). Mengharukan, kisah sedih yang membuat Raja Negus, Raja Kristen yang adil di Ethiopia Kuno (Habash), menangis berlinang air mata ketika dibacakan. Salah satu surat yang memiliki kripto berlapis, kode 7, 19, 25 dan simbol Abjad.

Luar biasa.

(Copas dari sini http://www.facebook.com/topic.php?uid=56010311874&topic=12207)

Tulisan-tulisan terkait :

1. Aku Mencintai Muhammad SAW, Tanpa kehilangan Yesus

2. Kutemukan Kebenaran Islam dalam Al Kitab

3. Tuhan lahir di kandang Domba ? Berarti Tuhan tidak Azali


Bagaimana tanggapan anda ?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: