Oleh: Refa | 13 Mei 2013

“TENTANG SEBUAH ADIDAYA”


Ini adalah cerita tentang sebuah masa. Masa di mana semua mata tertuju pada seberkas cahaya, yang memancar dari sebuah negara, menerangi seluruh penjuru dunia.

Ini adalah kisah, tentang sebuah adidaya, yang menebarkan harum ke setiap sudut semesta. Membuat siapapun yang menciumnya, ingin menjadi bagian keindahannya.

Ini adalah sejarah, tentang sebatang pohon semesta, yang menaungi dua pertiga belahan dunia, dengan rindang daunnya.

Dan kisah itu, terjadi di tanah ini.

Gambar
***

01.
Di tanah ini,
Anak-anak bermain dengan riang.
Menikmati masa kecil mereka, dengan permainan yang mencerdaskan pikiran, dan menguatkan badan.

02.
Di tanah ini,
Para pelajar mendapatkan pendidikan terbaik, guru yang tepat, dan fasilitas yang lengkap, untuk menjadi apapun yang mereka inginkan. Di sini, menjadi berilmu lebih membanggakan dibandingkan menjadi kaya.

03.
Di tanah ini,
Para petani bersemangat menggemburkan lahan, untuk menjamin tidak ada rakyat yang kelaparan. Berbagai teknologi pertanian muncul dari sini. Menjadikan pertanian berkembang cepat, hingga hasil panen melimpah melampaui kebutuhan.

04.
Di tanah ini,
Berhimpun ribuan penghapal Al-Quran. Mereka bertekad menjaga Al-Quran, agar tidak disimpangkan oleh siapapun yang membenci Islam. Mereka mencintai Al-Quran, jauh melampaui kecintaan seorang wanita kepada lelaki rupawan.

05.
Di tanah ini,
Para pengembara ilmu rela melakukan perjalanan melintasi kota, melewati negeri, bahkan menyeberangi benua, untuk menghimpun dan memilah ratusan ribu hadits yang diriwayatkan. Untuk dibukukan, guna diwariskan pada generasi masa depan.

06.
Di tanah ini, kitab-kitab bersejarah dituliskan. Kitab ilmu Al-Quran, ilmu Hadits, ilmu Fiqih, ilmu Pemerintahan, ilmu Perbintangan, ilmu Alam, begitu mudah didapatkan.

07.
Di tanah ini, olahraga para pemuda adalah latihan jihad. Mereka tidak mau menghabiskan waktu untuk olahraga yang sekedar bersenang-senang. Mereka lebih bersemangat melatih fisiknya, untuk menjadi pejung Islam.

08.
Di tanah ini,
Masjid-masjid dan gedung-gedung indah dibangun dengan penuh perencanaan. Berbagai macam ilmu pengetahuan diterapkan, untuk membangun kubah-kubah yang megah dan ornamen-ornamen nan indah.

09.
Di tanah ini, berbagai cabang ilmu kedokteran dikembangkan. Tentang hakikat tubuh manusia, tentang penyakitnya, tentang pengobatannya. Hingga negara tetangga, mengadopsinya sebagai dasar-dasar ilmu kedokteran.

10.
Di tanah ini,
Para ilmuwan merumuskan matematika, fisika, biologi, astronomi, dan berbagai cabang pengetahuan. Mereka berkutat di laboratorium bukan untuk sekedar mencari tahu, namun untuk memberikan jawaban atas berbagai permasalahan kehidupan.

***

Di tanah ini, semuanya bagaikan secicip surga yang dijatuhkan ke dunia. Tidak pernah ada selainnya, negara seindah ini. Tidak akan ada selainnya, negara sedahsyat ini.

***

NAMUN…

Sekawanan penjahat datang dengan wajahnya yang manis dan penuh persahabatan.
Kemewahan yang mereka bawa, menyilaukan pandangan mata.
Atas nama kebebasan, hak asasi manusia, dan demokrasi, mereka datang meruntuhkan Khilafah yang menaungi seluruh kaum Muslimin.
Khilafah yang selama 13 abad menebarkan rahmat dan kemakmuran, kini tinggal sejarah yang mulai dilupakan.
Negeri-negeri kaum Muslimin yang dulu bersatu, kini terpecah belah menjadi lebih dari 50 negara. Membuat kaum kafir dengan mudah menguasai dan mencabik-cabik mereka.
Pemimpin-pemimpin kaum Muslim, sebagiannya silau oleh gemerlapan harta dan singgasana. Menjadi budak di negeri sendiri, melakukan apa saja demi menyenangkan kaum Kapitalis yang telah menyumpal mulut dan hati mereka.
Hari demi hari, ummat Muslim semakin terperosok dalam keterpurukan. Tidak ada harapan untuk kembali melanjutkan kehidupan Islam.
Lebih memilukan lagi, terlampau banyak ummat Islam yang tidak menyadari bahwa mereka telah kehilangan Ibu yang senantiasa melindunginya, Ibu yang senantiasa mengayominya: Khilafah Islamiyyah.
Hingga kini, bendera Kapitalsme terus berkibar…
Entah sampai kapan…

(prolog script Teatrikal di Muktamar Khilafah Banjarmasin 2013)

Iklan

Bagaimana tanggapan anda ?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: