Oleh: Refa | 1 Juni 2013

SELAMATKAN INDONESIA !


INDONESIA DALAM BAHAYA

Rasa aman kita telah hilang. Tiap 1 menit 42 detik terjadi kejahatan di Indonesia. Perampokan, penganiayaan, perkosaan angkanya mencapai 267.181 kasus (liputan6.com, 28/12/2012)

Kemerosotan akhlak. Menurut BKKBN, masalah serius yang dihadapi remaja meliputi seks bebas, narkoba, obat-obatan, HIV/AIDS. hasil penelitian 20,9% remaja putri hamil di luar nikah. Data BNN menunjukkan 45% pelaku kasus narkoba adalah remaja, sedangkan data Kementrian Kesehatan 21% kasus HIV/AIDSmenimpa remaja (detik health, 23/11/2012)

Korupsi merajalela, kerugian yang terdeteksi 2004-2011 mencapai Rp 39,3 trilyun. Menurut Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas, kerugian sebesar itu bisa digunakan untuk membangun 393.000 unit rumah baru, pendidikan gratis untuk 68 juta anak SD selama setahun penuh (VivaNews, 4/12/2012)

Parahnya tingkat korupsi di Indonesia tergambar dengan adanya menteri, anggota DPR, dan 291 kepala daerah yang menjadi tersangka korupsi (SuaraMerdeka.com, 1/4/2013)

Kondisi ini diperburuk dengan naiknya harga dan tarif berbagai kebutuhan pokok seperti pangan, rumah, pendidikan, kesehatan, listrik, air, BBM. sehingga kehidupan rakyat semakin susah.

Ironisnya, negeri yang kaya sumber daya alam ini sangat pelit memberikan subsidi kepada rakyat. hampir tiap hari kita dicekoki informasi yang mengondisikan masyarakat menerima pencabutan subsidi BBM. Padahal membengkaknya subsidi akibat ketidakberesan pengelolaan sektor energi, yakni kecenderungan pemerintah mengistimewakan asing untuk mengelola ladang migas. Terbukti perusahaan asing menguasai 80% produksi migas. Contoh kasus pengelolaan Blok Mahakam pemerintah cenderung meneruskan kontrak perusahaan asing Total E&P daripada menyerakhan pada BUMN Pertamina. Bahkan Pertamina disuruh mencari ladang minyak ke Irak.

Keengganan memberikan subsidi BBM bertolak belakang dengan subsidi yang diberikan pada perbankan konvensional sebesar Rp 650 trilyun dalam bentuk BLBI dan obligasi Rekap. Inilah tragedi korupsi terbesar di Indonesia. Akhirnya pajak yang dibayar oleh rakyat dipakai untuk membayar bunga dari subsidi tersebut, trilyunan rupiah tiap tahunnya melalui APBN. Ironis

Hutang Negara bertambah besar

Tahun 2007 hutang negara Rp 1.389, 41 trilyun. Lima tahun kemudian bertambah 42,18 % menjadi Rp 1.975,42 trilyun. Per Pebruari 2013 bertambah lagi menjadi Rp 1.988, 87 trilyun, sehingga setiap penduduk menanggung hutang  negara Rp 8,29 juta.

Separatis dan intervensi asing. konflik sosial dan pemilukada, politik transaksional dan politik sandera, kemiskinan dan ketimpangan, liberalisasi ekonomi dan pasar bebas, pluralisme dan penistaan agama, aliran sesat dan budaya hedonis,

Ini semua memerlukan solusi yang menyeluruh untuk mengatasi masalah bangsa yang begitu kompleks. sistem demokrasi yang dijadikan solusi tidak dapat diharapkan. sejak awal berdirinya negara ini, demokrasi telah dipakai dengan berbagai versi, mulai demokrasi liberal pada 1950-1959, demokrasi terpimpin di era orde lama 1959-1966, demokrasi otoriter ala orde baru 1966-1998 dan demokrasi liberal sejak era reformasi sampai sekarang. namun semuanya hanya menghasilkan permasalahan yang semakin kompleks. Menurut KH Hasyim Muzadi, demokarasi sekarang justru menghasilkan kedzoliman terhadap rakyat (Detik, 9/4/2011)

Demokrasi adalah sistem politik yang menempatkan kedaulatan ada di tangan manusia, yang dipegang oleh para wakil rakyat. Artinya UU dan segala peraturan di bawahnya dibuat atas dasar akal dan hawa nafsu manusia, padahal dalam Islam sumber hukum itu sudah jelas, yakni hanyalah hak Allah (QS al an’am ayat 57). Oleh sebab itu demokrasi yang lahir dari peradaban Barat yang berasaskan pemisahan agama dengan kehidupan harus dicampakkan, karena ditinjau dari akidah Islam demokrasi termasuk sistem kufur.

Sudah saatnya negeri ini kembali pada aturan Allah. Bukankah sang Pencipta yang maha tahu aturan apa yang terbaik untuk ciptaanNya? bukankah Syariah Islam itu kewajiban bagi seluruh kaum muslimin?

Syariah islam adalah solusi untuk semua masalah yang mendera Indonesia dan dunia saat ini, serta akan membawa kebaikan bagi muslim dan non muslim sekalipun, sebagaimana terbukti dalam kurun sejarah, saat Khilafah tegak selama 1.300 tahun lebih.

tanpa khilafah akan banyak sekali kewajiban yang tidak bisa dijalankan, seperti sanksi bagi pencuri(QS almaidah 38), pezina (Qs Annuur 2), qishosh bagi pelaku pembunuhan (QS Albaqarah 178). Padahal seruan itu ditujukan bagi kaum muslimin.

maka mengupayakan tegaknya khilafah adalah kewajiban kita semua yang mengaku beriman kepada Allah SWT.

Iklan

Bagaimana tanggapan anda ?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: