Oleh: Refa | 5 Juli 2013

LUKA MESIR LUKA KITA SEMUA


Menurut saya krisis Mesir bukanlah pertarungan antara Islam dan Sekuler/Kafir Mesir. Hal ini disebabkan Mursi selama ini sudah memposisikan diri sbg sosok demokratis dan merepresentasikan diri sbg rezim demokratis. Ketika ada rakyat Mesir (tentu tdk semua) mendukung kelompok oposisi bukanlah berarti mereka menolak syariah Islam (yg menolak juga msh ada), namun karena mereka melihat tidak terdapat perubahan yang signifikan secara ekonomi dan politik  pasca tumbangnya rezim Mubarak. Inilah yang membuat kenapa sebagian rakyat mesir bisa diprovokasi pihak sekuler dan liberal.

Tampak nyata yang riil berkuasa adalah kelompok Militer, militer punya peran penting menumbangkan Mursi dan semua itu tentu dalam restu Amerika, karena militer Mesir berada dalam kontrol Amerika. Sikap Amerika sendiri sangat pragmatis, bagi negara ini yang terpenting Mesir tidak mengarah ke negara Islam atau Khilafah. Militer Mesir tetap dikontrol oleh mereka. Karena itu baik Mursi ataupun kelompok liberal yg berkuasa tidaklah terlampau dirisaukan. Namun tentu saja mereka lebih nyaman kalau Mesir benar2 dikontrol oleh kelompok Liberal dibanding Ikhwanul Muslimin.

Krisis Mesir seharusnya menjadi pelajaran bagi kita bahwa demokrasi bukanlah jalan untuk menegakkan syariah Islam. Barat tidak akan diam ketika ada pihak yg ancam demokrasi/sekulerisme meskipun pihak tersebut menang secara demokratis sekalipun. FIS di Aljazair, Hamas di Palestina, dan Ikhwanul Muslimin di Mesir adalah bukti tak terbantahkan. Logika demokrasi : “kalau kita meraih suara terbanyak (di parlemen) maka kita akan melakukan perubahan apapun” hanyalah mitos. Tidak semudah itu! Karena tergantung pd Kesadaran Masyarakat apakah mendukung syariah Islam atau tidak? Dan posisi ahlul Quwwah (kelompok pemegang kekuasaan riil seperti militer misalnya) apakah mendukung syariah Islam atau tidak?

Disinilah peran penting memperjelas visi perubahan ke arah penegakan Khilafah. Serta penolakan tegas thdp demokrasi dan campur tangan Amerika. Hal inilah yg sesungguhnya akan melahirkan dukungan ideologis dari masyarakat.

Last but not least. Perlu dipertegas, ketika mengkritik Mursi dan Ikhwanul Muslim bukanlah berarti mendukung liberal dan sekuler. Sebab pangkal dari persoalan ini adlh masih diterapkannya sistem demokrasi kufur di Mesir dan campur tangan Amerika di negeri itu. Penolakan demokrasi dan perjuangan Khilafah seharusnya menjadi agenda bersama dan utama umat Islam di Mesir dan di manapun. Sebaliknya Amerika Serikat harus menjadi musuh bersama umat Islam, bukan bermusuhan sesama muslim.


Bagaimana tanggapan anda ?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: