Oleh: Refa | 6 Mei 2018

Mengapa #HTILayakMenang ?


Karena SK Menkumham tentang pencabutan status BHP terbukti cacat hukum. Di antara yang paling krusial adalah tiadanya penjelasan tentang apa sesungguhnya kesalahan HTI sehingga diberikan sanksi berupa pencabutan status badan hukum. Padahal, layaknya sebuah sanksi, hanya bisa dijatuhkan ketika ada pelanggaran. Agar bisa diuji, benarkah ada pelanggaran itu, mestinya pihak yang diberikan sanksi diberitahu tentang apa kesalahannya dan pasal berapa yang dilanggarnya.

HTI tidak pernah mendapatkan peringatan dan teguran tentang kesalahan yang dilakukan. Kemudian secara tiba-tiba dijatuhi sanksi. Itu pun, HTI tidak diberitahu apa kesalahannya. Bukankan ini sebuah kedzaliman yang nyata?

Maka, semestinya hakim PTUN mengabulkan gugatan HTI dengan membatalkan SK Menkumham yang mencabut status Badan Hukum HTI. #HTILayakMenang.

Apalagi alasan lainnya, sehingga #HTILayakMenang ? Silakan lihat dan dengarkan video ini hingga tuntas. Semoga kita tidak terjebak dengan arus opini yang menyudutkan HTI dengan berbagai tuduhan tak berdasar.

Ingatlah, HTI hanya memperjuangkan Islam. Tidak yang lain. Tentang khilafah, kita sudah berulang-ulang menyampaikan bahwa #KhilafahAjaranIslam. Jika tidak mau disebutkan anti Islam, mengapa memusuhi bagian dari ajaran Islam yang sangat penting itu?

Bahwa #KhilafahAjaranIslam, telah banyak disampaikan. Di antaranya adalah penjelasan a-Imam al-Nawawi rahimahullah yang berkata:
الفصل الثاني في وجوب الإمامة وبيان طرقها لا بد للأمة من إمام يقيم الدين وينصر السنة وينتصف للمظلومين ويستوفي الحقوق ويضعها مواضعها. قلت تولي الإمامة فرض كفاية …
Pasal kedua tentang wajibnya imamah serta penjelasan metode (mewujudkan)nya. Adalah suatu keharusan bagi umat adanya imam yang menegakkan agama dan yang menolong sunnah, memberikan hak bagi orang yang didzalimi, menunaikan hak, dan menempatkan hal tersebut pada tempatnya. Saya mengatakan bahwa mengangkat imamah itu adalah fardhu kifayah” (Raudhah al-Thalibin wa Umdah al-Muftin, juz III hal 433).

Mungkin ada yang segera membantah, yang dikatakan oleh Imam al-Nawawi itu kan imam, bukan khalifah!

Ingatlah, dalam bagian lain al-Imam al-Nawawi mengatakan bahwa istilah al-Imam dan al-Khalifah itu muradif atau sinomin, menunjuk kepada objek yang sama. Beliau berkata:
يجوز أن يقال للإمام : الخليفة ، والإمام ، وأمير المؤمنين
Imam (pemimpin) boleh disebut khalifah, imam atau amirul Mukminin (Raudhah Ath-thalibin wa Umdah Al-muftin, juz III hal 436).

Dan ingatlah, dalam mendakwahkan #KhilafahAjaranIslam, HTI menempuh jalan damai. Tanpa kekerasan. Lalu, di mana kesalahannya. Jadi, #HTILayakMenang. Bagaimana menurut Anda? WaL-lah a’lam bi al-shawab.


Bagaimana tanggapan anda ?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: