Banjarmasin. Gema takbir terus dikumandangkan oleh ribuan peserta Indonesia Congress of Muslim Students (ICMS) 2014 yang diselenggarakan oleh Lajnah Khusus Mahasiswa Hibut Tahrir Indonesia Kalsel di halaman Gedung Sultan Suriansyah Banjarmasin, Sabtu (25/10/2014). ICMS 2014 Kalsel ini merupakan rangkaian acara ICMS 2014 yang juga dilaksanakan di 80 kota di seluruh Indonesia, untuk satu seruan “We Need Khilafah, Not Democracy”.

image

“Tujuan utama kegiatan ini adalah membangkitkan semangat mahasiswa agar bisa memikirkan dan memberikan solusi permasalahan Indonesia,” ujar ketua panitia pelaksana, Zainuddin.

Sementara itu, Ketua Lajnah Khusus Mahasiswa HTI Kalsel, Hafiz Asbudi menyampaikan ada 5 (lima) tuntutan yang tercantum dalam Resolusi Mahasiswa Islam Indonesia kepada rezim Jokowi. Pertama, agar pemerintahan Jokowi-JK segera mengembalikan tambang emas Papua, Blok Cepu, Blok Mahakam, Blok Natuna dan kekayaan alam lainnya yang dikuasai asing kepada rakyat Indonesia, agar dikelola Negara secara penuh dan hasilnya digunakan untuk memberikan jaminan social dan kesejahteraan rakyat.

Kedua “Menghentikan pinjaman luar negeri dan hutang riba, serta mewujudkan 300 triliun APBN surplus yang berasal dari kekayaan alam” katanya.

Ketiga Selain itu, lanjutnya, rezim Jokowi dituntut untuk memindahkan seluruh investasi di sector non riil yang diharamkan ke sector riil sehingga akan membuka lapangan kerja seluas-luasnya.

“Untuk diketahui, ada 7,24 juta pengangguran dan 47 juta rakyat di bawah garis kemiskinan yang harus diselesaikan,” ungkapnya.

Kemudian, keempat rezim Jokowi diminta untuk melarang seluruh bentuk pergaulan bebas, pornografi dan pornoaksi yang telah menimbulkan 2,5 juta aborsi akibat hami di luar nikah, narkoba, lokalisasi, perzinaan dan kriminalitas lainnya dengan penerapan sistem pergaulan Islam.

Untuk itu, kelima para mahasiswa menuntut rezim Jokowi-JK agar mengganti sistem demokrasi dengan sistem Islam dalam kepemimpinan Khilafah Rasyidah ‘alaa Minhajin Nubuwwah.

“Hanya dengan menerapkan Syariat Islam secara menyeluruhlah maka Indonesia Hebat akan terwujud,” tegasnya.

image

ICMS 2014 ini juga menampilkan teatrikal yang menggambarkan kerusakan sistem demokrasi berupa korupsi yang merajela, sumber daya alam yang dikuasai asing dan lain sebagainya. Juga menampilkan orasi politik antara lain perwakilan Central Media LKM HTI Kalsel, Sidik Pamungkas dengan judul Khilafah, kepemimpinan yang adil menggantikan penguasa demokrasi yang khianat dan korup, Koreg FoSSEI Kalsel Nor Hidayatullah dengan judul Khilafah wujudkan sistem ekonomi mensejahterakan rakyat, tinggalkan system demokrasi liberal yang menyengsarakan rakyat, Pimpinan Wilayah Gema Kalsel Ali Shodiqin dengan judul Khilafah mewujudkan peradaban mulia dan agung selama 1400 tahun, Koordinator wilayah BKLDK Kalsel Ahmad Anwar dengan judul Tegaknya Khilafah melahirkan generasi terbaik abad ini. Dilanjutkan dengan orasi intelektual oleh Pimpinan Pusat Gema Pembebasan, Ricky yang menyampaikan isu kenaikan BBM dan pidato politik Hizbut Tahrir Indonesia dengan judul We need Khilafah, Not Democracy oleh Humas HTI Kalsel Hidayatul Akbar. (Dini/Muslimah Media Center)

Older Posts »

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 471 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: