Oleh: Refa | 26 Agustus 2014

Ciri, Warna & Ukuran  Bendera Rasulullah


Ibnu ‘Abbas ra berkata, “Raayah (panji) Rasul SAW berwarna hitam, sedangkan Liwa’ (bendera)-nya berwarna putih.” (Syarh as-Sayir al-Kabir: I/72; Jami’ at-Tirmidzi: IV/197, no. 1681; …)
 
Abu Hurairah  berkata, “Panji Rasulullah SAW (raayat) berwarna hitam, sedangkan liwa’ (bendera)-nya berwarna putih.”
 
At-Thabrani & Abu Syaikh menuturkan dari Abu Hurairah & Ibnu ‘Abbas, bahwa bendera Rasulullah SAW bertuliskan“La ilaha Illa Al-Allah Mohammad Rasul al-Allah”. (Akhlaq an-Nabi wa Adabuhu-Abu Syaikh: hal. 155, no. 426).
 
Kesimpulan :
 
1-     Bendera Rasulullah SAW yang paling besar (Liwa’) berwarna putih & bertuliskan “La ilaha Illa Allah Muhammad Rasulullah”.
2-     Panji (Rayah) Rasulullah SAW berwarna hitam, & di dalamnya bertuliskan “La ilaha Illa Allah Muhammad Rasulullah” warna putih.
3-      Al-‘Alam adalah al-liwaa’ al-a’dham (bendera besar). ..
4-     Liwaa’ (bendera) adalah bendera resmi Daulah Islam di masa Rasulullah SAW & para Khalifah setelah beliau SAW.
 
Ini adalah kesimpulan Imam al-Sarakhsiy, & dikuatkan dalam kitab Syarh As-Sair al-Kabir, karya Imam Muhammad bin al-Hasan as-Syaibaniy, murid Imam Abu Hanifah.
 
Disimpulkan, “Liwaa adalah bendera yang berada di tangan penguasa. Ar-Raayah, adalah panji yang dimiliki oleh setiap pemimpin divisi pasukan, di mana semua pasukan yang ada dalam divisinya disatukan di bawah panji tersebut. Liwaa hanya berjumlah satu buah untuk keseluruhan pasukan. Liwaa digunakan sebagai patokan pasukan ketika mereka merasa perlu untuk menyampaikan keperluan mereka ke hadapan penguasa (Imam). Liwaa dipilih berwarna putih. Ini ditujukan agar ia bisa dibedakan dengan panji-panji berwarna hitam yang ada di tangan para pemimpin divisi pasukan.”

Older Posts »

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 467 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: